Senin, 26 April 2010

PERINGATAN ALLAH SWT

PERINGATAN ALLAH SWT

الحمد لله الذي رفع منصب النبوّة والرّسالة بالانذار والبشرى وفتح مفاتيح الغيوب بالكتاب الذي انزل على نبيه هدى للناس وذكرى. احمده ان جعلنا من امته وخصّنا بهدايته وفضّلنا به دنيا واخرى, واشكره على كمال متابعته وفضيلة شريعته التى انتشرت به بَرّا وبَحرًا. اشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له شهادة تكون لنا عند السؤال ذخرا. واشهد ان سيدنا ومولانا محمّدا عبده ورسوله المبعوث بالترغيب والترهيب والتحذير والبشرى. اللهم صلّ وسلّم على هذا النّبيّ الكريم والرّسول العظيم سيّدنا ومولانا محمّد وعلى اله واصحابه سادة االدنيا وملوك الاخرى.
امّا بعد. فيا ايّها الاخوان رحمكم الله, اتّقوا الله وافعلوا الخيرات واجتنبوا السّيّأت.

Ma'asyiral hadirin rahimakumullah.
Sebagaimana biasa marilah kita senantiasa bertakwa kepada allah SWT dengan melaksanakan segala kebaikan yang diperintahkan olehnya dan menjauhi segala kejahatan dan sedurhakaan yang dilarang olehnya. Mudah-mudahan dengan ketakwaan ini kita menjadi hamba-hambanya yang mulia yang diselamatkan dari segala bencana, baik di dunia maupun di akhirat kelak, amin.
Kaum muslimin sidang jum'at yang berbahagia.
Sebagaimana termaktub dalam Al Quranul Karim Surah Al A'raf : 96 Allah SWT telah berfirman :

ولو انّ اهل القرى امنوا واتقَو ا لفتحنا عليهم بركات السماء والارض ولكن كذبوا فأخذناهم بما كانوا يكسبون.

Artinya: "Andaikata penduduk negeri itu beriman dan bertakwa, niscaya Kami bukakan kepada mereka pintu berkah dari langit dan dari bumi, tetapi mereka dusta, maka Kami hukum mereka, lantaran perbuatan mereka."
Ayat tersebut cukup jelas dan terang. Dalam ayat tersebut Allah SWT mengemukakan dua perkara untuk dipilih oleh manusia :
Pertama : Allah SWT menggambarkan Busyro, yaitu kabar gembira yang menyenangkan semua hati dan didambakan oleh semua manusia, bahwa kepada mereka akan dibukakan pintu berkah dan rahmat yang berlipat ganda dari langit dan dari bumi, berupa kemakmuran, kesejahteraan, keamanan dan kebahagiaan lahir batin. Mereka akan dipayungi oleh payung Ilahi sehingga mereka dapat hidup penuh ketenteraman dan kedamaian, sentosa dan sejahtera. Akan tetapi untuk memperoleh busyro itu, Tuhan menentukan sebuah syarat, yaitu iman yang disertai dengan takwa. Bukan iman saja, bukan mengaku bertuhan dan beragama saja, tetapi harus dibarengi dengan takwa, yaitu melakukan ibadah kepadanya, mengerjakan segala yang diwajibkan dan meninggalkan segala yang diharamkan. Iman tanpa diikuti takwa dan pengamalan ajaran-ajaran agama tak berarti apa-apa. Iman tanpa ibadah tidak akan berbekas dan berpengaruh bagi kehidupan seseorang. Iman tidak cukup dengan sekedar ingat kepada Tuhan, atau dengan eling saja, tetapi yang paling penting adanya kesediaan secara ikhlas untuk menaati dan mengerjakan segala perintahnya, terutama beribadah kepadanya menurut ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan olehnya. Kalau ini kita lakukan, artinya iman kita dibarengi dengan ketakwaan yang bersungguh-sungguh, barulah janji Tuhan yang berupa Busyro itu berhak kita terima, baik sebagai pribadi maupun sebagai bangsa.
Kedua : Allah SWT mengemukakan Indzar, yaitu ancaman berupa hukuman yang belum diketahui coraknya. Ancaman itu ditujukan kepada orang-orang yang Kadzdzabun, yaitu orang-orang yang mendustakan, membohongi ikrarnya, atau mengkhianati pengakuannya. Dia telah mengatakan iman, tetapi dia tidak pernah beribadah kepada Allah. Dia telah menyatakan kepercayaannya kepada Tuhan yang Maha Esa, tetapi dia tidak pernah menyembahnya. Dia telah menyatakan : Saya takut kepada Tuhan, tetapi dia tidak pernah meninggalkan larangannya. Kepada orang-orang semacam itu, oleh Tuhan dalam ayat tersebut dikatakan sebagai Kadzdzab {penipu}, maka Kami hukum orang-orang seperti itu, sesuai dengan sikap dan perbuatan mereka.
Ma'asyiral hadirin sidang jum'at yang berbahagia.
Mari kita camkan janji dan peringatan Allah dalam ayat tersebut di atas. Kita tinggal memilih, mau Busyro ataukah Indzar, mau janji gembira atau ancaman pahit. Kita bangsa yang beragama yang beriman kepada Allah SWT, akan tetapi sudahkah kita membarengi iman kita dengan takwa ? Sudahkah kita melakukan hal-hal yang dituntut oleh iman itu ? Sudahkah kita hanya beribadah kepadanya secara benar, sebagai konsekuensi logis dari pernyataan iman kita ? Sudahkah kita bersikap anti terhadap segala yang dilarang Allah SWT ? Sudahkah kita berakhlak dan berperilaku dalam kehidupan sebagai mukminin ? Kalau semuanya sudah kita lakukan, tentu kita berhak memperoleh Busyro, berhak menikmati janjinya. Tetapi jika belum, alias iman kita masih di daerah bibir, atau masih dalam bentuk slogan dan ucapan belaka, maka tentulah hukuman Tuhan akan menimpa kita, sebab kita telah mendustai iman.
Sebenarnya Allah SWT telah memperingatkan orang-orang yang suka ngomong, tetapi tidak berbuat, dengan firmannya:

يا ايّها الذين امنوا لم تقولون ما لا تفعلون, كبر مقتا عند الله ان تقولوا ما لا تفعلون.

Artinya:" Wahai orang-orang yang telah mengaku beriman, kenapa kamu mengatakan apa yang kamu sendiri tidak melaksanakan. Amat besar salahnya di sisi Allah apabila kamu mengucapkan sesuatu yang kamu sendiri tidak melakukannya." QS. As –Shof : 3

Ma'asiral muslimin rahimakumullah.
Hampir tiap tahun dan tiap musim hujan, ibu pertiwi kita ditimpa berbagai macam bencana alam di sana-sini, musibah banjir, tanah longsor, angin topan dan lain sebagainya. Dengan bencana-bencana alam ini mengakibatkan banyak menelan korban, baik korban jiwa maupun korban harta benda. Bencana-bencana alam yang terjadi hampir tiap tahun ini mengingatkan kita kepada bencana-bencana alam yang terjadi pada masa Nabi Nuh as. , Nabi Hud as., Nabi Saleh as., Nabi Luth as. yang merupakan hukuman Allah SWT kepada kaum-kaum yang durhaka, sombong dan angkuh. Juga mengingatkan kita kepada hukuman Allah SWT yang dijatuhkan kepada keluarga Karun yang menumpuk harta kekayaan di tengah-tengah kemiskinan dan penderitaan rakyat banyak dan menggunakan kekayaan yang melimpah ruah itu sebagai senjata untuk melawan kebenaran dan keadilan dan untuk mengenyahkan lawan-lawannya, terutama para ulama dan pemuka agama yang sering memberikan peringatan kepadanya. Di dalam Al Quran Surah Al Qosos : 81 dikisahkan :

فخسفنا به وبداره الارض فما كان له من فئة ينصرونه من دون الله وما كان من المنتصرين.

Artinya:" Maka kami sapu bersih dia dan kekayaannya dari permukaan bumi. Tidak ada satu kekuatan pun yang dapat menolong dia selain Allah. Dan orang semacam itu pasti tidak akan ditolong."
Ma'asyiral muslimin sidang jum'at rahimakumullah.
Kita tidak tahu, dosa siapa yang menyebabkan bencana-bencana alam di tanah air kita sering terjadi. Mungkin dosa kita semua bangsa Indonesia, karena kita terlalu banyak berteriak beriman dan bertakwa, tetapi tidak dibuktikan dan diamalkan secara konsekwen dalam kehidupan sehari-hari, baik yang menyangkut ibadah vertikal, maupun yang menyangkut ibadah horizontal / mu'amalah. Kita selalu mengaku takut kepada Allah SWT, tetapi kita belum tuntas meninggalkan larangan-larangannya dan mengikhlaskan ibadah kepadanya. Karena itulah, barangkali kita bangsa Indonesia sering terkena sangsi. Orang boleh mengemukakan seribu satu alasan, baik yang bersifat ilmiah, maupun yang bersifat teknis, tetapi sebagai umat yang memiliki keyakinan, jalan yang paling baik adalah marilah kita melakukan muhasabah / introspeksi secara luas, apa yang telah kita perbuat yang menyebabkan Allah marah kepada kita bangsa Indonesia ?
Marilah kita banyak berdoa dan melakukan usaha-usaha kongkrit untuk mendekatkan diri kita kepada Allah SWT, karena Allah telah menyatakan: Barang siapa mendekat kepadaku, Aku pun akan mendekat kepadanya. Mudah-mudahan tidak akan ada musibah baru, baik yang akan menimpa kita secara langsung, maupun menimpa saudara-saudara kita sebangsa dan setanah air.

اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشّيْطان الرّجيْم. َظهَرَ ْالفَسَادُ فِى البَرِّ وَالبَحْرِ ِبمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ ليذيقهم بعض الّذى عملوا لعلّهم برجعون. با رَك الله لى ولكم فى القران العظيم, ونفعنى وايّاكم بما فيه من الابات والذّكر الحكيم, وتقبّل منّى ومنكم تلاوته انّه هو السّميع العليم. اقول قولى هذا واستغفر الله العظيم لى ولكم ولسائر المسلمين والمسلمات من كلّ ذنب فا ستغفروه انّه هو الغفور الرّحيم.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar