Senin, 26 April 2010

INTI HIDUP

INTI HIDUP


الحمد لله الذى جعل فى الارض خليفة ونور قلوب المؤمنين بالمعرفة اشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له الذي بحملنا الى السعادة القصوى واشهد ان محمدا عبده ورسوله المصطفى اللهمّ صلّ وسلّم على سيّدنا محمّد رسول الله وعلى اله واصحابه وتابعيهم باحسان الى يوم القيامة ولا حول ولا قوة الا بالله.
امّا بعد فيا عباد الله وصيكم واياي بتقوى الله واعلمو ان الله تعالى بقول وما خلقت الجنّ والاِنس الاَّ ليعبدون

Ma'asyiral hadirin sidang jum'at rahimakumullah
Melalui khutbah kali ini, pertama saya berwasiat kepada diri saya sendiri, kedua saya sampaikan kepada kaum muslimin yang hadir di masjid Jami' ini. Marilah kita bersama-sama menetapkan pada diri kita untuk selalu bertakwa kepada Allah SWT, karena hanya dengan bertakwa kita manusia akan mendapatkan kedudukan yang tinggi di sisi Allah SWT, sesuai dengan firman-Nya dalam QS. Al Hujurat, Ayat 13 :
انّ اكرمكم عند الله اتقاكم

Artinya : "Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa di antara kamu sekalian."
Oleh karena itu, sekali lagi marilah kita berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai takwa yang sebenar-benarnya, takwa dalam arti Imtitsaalu awaamirillah wajtinaabu nawaahiihi, yakni melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya.
Hadirin sidang jum'at yang berbahagia.
Sebagai hamba Allah yang dikaruniai akal dan pikiran, kita manusia wajib bersyukur kepada Allah SWT, dengan cara menjaga dan merawatnya, karena akal dan pikiran adalah bagian dari diri kita yang paling penting. Dalam hal ini Nabi saw. telah bersabda :

لكلّ شيئ الة والة المؤمن العقل ولكلّ قومٍ راعٍ وراعى المؤمنِ العقل ولكلّ قومٍ غاية وغَابة العباد العقلُ


Artinya :" Tiap-tiap sesuatu mempunyai alat, dan alat orang mukmin adalah akalnya. Dan tiap-tiap kaum mempunyai pemimpin, dan pemimpin orang mukmin adalah akalnya. Dan tiap-tiap kaum mempunyai tujuan, dan tujuan pokok para hamba tergantung pada akalnya."
Hadis ini menjelaskan, bahwa akal sangat menentukan amal perbuatan kita manusia. Dengan akal kita dapat berpikir. Dengan akal kita dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang benar dan mana yang salah. Apabila ada akal yang tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang benar dan mana yang salah. Yang baik dikatakan buruk, dan yang buruk dikatakan baik, yang benar dianggap salah, dan yang salah dianggap benar. Itu berarti akal yang tidak sehat, alias akal yang rusak. Akal seperti itu tidak dapat mengendalikan hawa nafsu, bahkan sebaliknya, justru hawa nafsu yang menjadi pengendalinya. Jadi hanya akal sehatlah yang dapat menentukan kebaikan dan keburukan. Kemudian dengan akal sehat pula kita manusia dapat mengetahui tentang kejadian diri kita, bahwa kita berasal dari tidak ada, lalu menjadi ada, alias hidup. Lantas kita menjadi tidak ada lagi, alias mati. Dalam kaitan ini, kita bertanya pada diri kita. Apakah sebenarnya tugas kita hidup di dunia ini ? Kiranya tidak ada seorang pun di antara kita manusia yang sanggup menjawab dengan tepat pertanyaan tersebut, karena pada hakikatnya bukan kita manusia yang membuat perencanaan hidup di dunia ini. Oleh karena itu marilah kita kembali kepada Al Quran. Di dalam surah Al Baqarah Ayat 30 Allah SWT telah menjelaskan :

واذ قال ربّك للملائكة انّى جاعل فى الارض خليفة

Artinya: " Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: Sesungguhnya Aku menjadikan di muka bumi ini seorang khalifah."
Khalifah di sini maksudnya adalah Nabi Adam as. dan anak cucunya, yaitu kita manusia. Jadi dengan demikian jelaslah bahwa tugas hidup manusia sesuai dengan kehendak Penciptanya sendiri adalah sebagai khalifah. Khalifah disebut pula Ro'in / pemimpin, sebagaimana Nabi saw. bersabda :

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَاْلامِيْرُ رَاعٍ وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلى اَهْلِ بَيْتِهِ وَاْلمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلى بَيْتِ زَوْجِهَا وَوَلَدِهِ فَكُلّكُمْ مَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيّتِهِ. مُتّفََقٌ عَلَيْهِ

Artinya: " Kamu sekalian adalah pemimpin dan kamu masing-masing akan ditanya tentang kepemimpinan kamu. Raja adalah pemimpin, suami adalah pemimpin keluarganya dan istri adalah pemimpin rumah tangganya. Maka tiap-tiap kamu adalah pemimpin dan tiap-tiap kamu semua akan dimintai pertanggung jawaban atas kepemimpinan kamu." { HR. Bukhori Muslim }
Hadis tersebut menjelaskan dengan tegas bahwa kita semua adalah Ro'in / pemimpin. Termasuk kita yang bujangan pun adalah pemimpin, yakni pemimpin diri kita sendiri. Apakah kita mampu memimpin diri kita sendiri dengan sebaik-baiknya, atau tidak ? Yang jelas kita akan ditanya, bagaimana tanggung jawab kita sebagai pemimpin. Tanggung jawab ini bukan hanya terhadap diri sendiri dan sesama saja, bahkan terhadap makhluk-makhluk lainnya pun kita harus bertanggung jawab, karena pada hakikatnya kita sebagai Ro'in / khalifah mempunyai tugas mengelola alam semesta, bumi, langit dan seisinya, serta tugas mengatur kehidupan sesama umat manusia.
Ma'asyiral hadirin sidang jum'at yang berbahagia.
Kita patut bersyukur kepada Allah SWT yang telah memasukkan nur iman ke dalam kalbu kita, sekaligus membimbing diri kita untuk meyakini bahwa kehidupan di dunia ini dibatasi oleh waktu yang telah ditetapkan oleh Allah dan kelak akan ada kehidupan di hari akhir, satu kehidupan yang tidak mengenal batas waktu, alias kekal selama-lamanya. Apakah yang diperbuat oleh kita manusia untuk mendapatkan kehidupan yang baik di hari akhir nanti ? Untuk menjawab pertanyaan itu, marilah kita jadikan dunia ini sebagai Mazro'atul Akhirah, tempat bercocok tanam tanaman akhirat, tempat beribadah mengabdi kepada Allah SWT, karena pada dasarnya kita diciptakan oleh Allah SWT hidup di dunia ini untuk mengabdi kepada-Nya, sebagaimana firman-Nya yang berbunyi :

وما خلقت الجنّ والانس الاّ ليعبدون

Artinya: " Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku." { QS. Al Dzariyat 56 }
Kaum muslimin sidang jum'at yang berbahagia.
Akhirnya marilah kita berdoa, memohon kepada Allah SWT, semoga akal dan jiwa kita selalu disinari dengan nur iman, sehingga kita dapat menunaikan segala tugas dan kewajiban kita sebagai bangsa dan hamba Allah yang bertakwa, dan semoga di hari akhir nanti kita memperoleh maghfirah dan mardo-Nya, amin ya rabbal alamin.

اعوذ با لله من الشيطان الرّجيم ولكلّ وجهة هو مولّيها فا ستبقوا الخيرات اين ما تكونوا يأت بكم الله جميعا انّ االله على كلّ شيئٍ قدير.
بارك الله لى ولكم فى القران العظيم ونفعنى وايّاكم بما فيه من الابات والذّكر الحكيم وتقبّل منّى ومنكم تلاوته اانّه هو السّميع العليم

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar